Selasa, 28 Desember 2010

Batuan Sedimen

BAB I

PENDAHULUAN



    1. Latar Belakang

Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk dari pecahan atau hasil abrasi dari sedimen, batuan beku, metamorf yang tertransport dan terendapkan kemudian terlithifikasi, sediment dibagi atas dua yaitu detritus dan kimiawi. Detritus terdiri dari partikel-2 padat hasil dari pelapukan mekanis. Sedimen kimiawi terdiri dari mineral sebagai hasil kristalisasi larutan dengan proses inorganik atau aktivitas organisme. Partikel sedimen diklasifikasikan menurut ukuran butir, gravel , pasir, lanau, dan lempung.



1.2. Maksud dan Tujuan

1.2.1 Maksud

Praktikum ini bermaksud untuk memberikan pengetahuan kepada para praktikan mengenai jenis-jenis batuan sedimen, baik itu dari segi keterdapatanya, bentuk khas, warna batuan, tekstur, struktur maupun mineral penyusun dari batuan sedimen tersebut

1.2.2 Tujuan

Tujuan dari praktikum deskripsi Batuan adalah sebagai berikut :

1. Praktikan mampu mengenal jenis jenis batuan sedimen

2. Praktikan mampu mendeskripsikan batuan sedimen














BAB II

LANDASAN TEORI



2.1 Batuan Sedimen

Batuan sedimen terjadi akibat pengendapan, yang mengalami proses pelapukan, pelarutan - erosi (abrasi), transportasi dan diendapkan kembali dan terkonsolidasi (diagenesa). Proses pengendapan yang berlangsung berasal dari kekuatan gaya – gaya dari luar (eksogen) sebagai akibat pengerjaan hidrosfer, biosfer dan atmosfer. Batuan sedimen terbentuk dari bahan yang pernah lepas dan bahan terlarut hasil dari proses mekanis dan kimia dari batuan yang telah ada sebelumnya, atau dari cangkang binatang dan sisa tumbuhan .

Batuan sedimen dapat dibagi menjadi 3 golongan:

1. Batuan sedimen klastik, terbentuk dari fragmen batuan lain

2. Batuan sedimen kimiawi, terbentuk karena penguapan, evaporasi

3. batuan sediment organik, terbentuk dari aktivitas hewan dan tumbuhan

Proses dari keterjadian batuan sedimen itu sendiri adalah :

pelapukan/penghancuran batuan asal (batuan beku, batuan endapan, atau batuan malihan). Proses Pelapukan, proses yang mempengaruhi pembentukan batuan sedimen dari segi kimiawi dan mekanik.

  1. Segi Kimiawi

      • Proses pelarutan

      • Proses dehidrasi, yaitu proses penghancuran oleh air

      • Proses karbonisasi, yaitu proses pembentukan mineral karbonat yang kaya akan kandungan kalsium.

        1. Segi Mekanik

  • Pemecahan atau pemisahan bahan-bahan batuan asal oleh tingkat perbedaan suhu yang cukup tinggi.

  • Proses pelapukan ini dikontrol oleh radiasi matahari dengan curah hujan yang sangat rendah.

  • transportasi: pemindahan hasil pelapukan/erosi ke tempat lain baik dilakukan oleh air atau angin.

  • pengendapan: akumulasi bahan lepas (unconsolidated materials) misalnya lempung, pasir, kerikil dsb.

  • Pembatuan, litifikasi (lithification) Berubah menjadi batu, atau biasa disebut proses pembatuan.

  • Diagenesis (diagenesis)

    • Semua perubahan secara kimia dan fisika (kecuali erosi) yang dialami suatu endapan dalam proses litifikasi.

    • Perubahan ini dalam kondisi suhu di bawah 300o

    • Diagenesa juga disebut proses pemampatan baik karena penyemenan maupun tekanan misalnya batulempung, batupasir, konglomerat, dsb.

  • Pemadatan, kompaksi (compaction)

    • Perubahan secara fisika yang berlangsung dalam proses pembatuan.

    • Dalam proses ini terjadi proses dehidrasi (dehydration).

    • Sangat efektif dalam proses perubahan lumpur yang kaya akan lempung.

    • Proses ini berlangsung makin intensif seiring dengan peningkatan kedalaman dan suhu.

Proses Pengendapan, beberapa hal yang terdapat dalam proses pengendapan , antara lain :

  • Proses pemadatan oleh gaya gravitasi

  • Proses pembatuan akibat penekanan yang continue, kadar air yang ada di dalam bahan tersebut keluar dari batuan sehingga rongga pori menjadi semakan kecil.

  • Proses diagenesa yang diikuti penghabluran kembali sebagian material asal (allogenik) menjadi material baru (autigenik), jika berlangsung kontinue terbentuk batuan sedimen dan batuan malihan (metamorf).

Ciri khas dari batuan sedimen adalah :

  • Terjadi karena proses rombakan batuan asal tertransportasikan dan terendapkan

  • Struktur berlapis

  • Sering mengandung fosil untuk penentuan umur batuan

  • Komposisi mengandung mineral – mineral seri bowen ditambah mineral khas batuan sedimen, seperti mineral kalsit


2.2 Penggolongan Batuan Sedimen

Batuan endapan terbagi atas beberapa, yaitu batuan endapan mekanis, batuan endapan kimia, yaitu :

Batuan endapan mekanis

Batuan endapan mekanis adalah batuan yang terbentuk karena proses pengendapan dan diagenesa hasil pelapukan yang biasanya berupa (fragment) batuan dan/atau mineral.

  • Endapan sedimen klastik contohnya lempung, pasir, kerikil, kerakal.

  • Batuan endapan (yang telah mengalami diagenesa): batulempung, batupasir, konglomerat, breksi.

Berikut ini alaha contoh batuan endapan mekanis :

Konglomerat adalah batuan endapan yang fragmennya berukuran > 4 mm dan bentuk fragmen tersebut membulat dengan semen bahan yang lebih halus

Jenis batu konglmerat terdiri atas monomik dan polimik konglomerat:

  • Monomik ialah batu konglomerat yang fragmennya sejenis, misalnya batupasir saja atau granit saja

  • Polimik ialah batu konglomerat fragmennya tidak sejenis terdiri dari bermacam-macam jenis batuan

  • Batu Serpih

    • Batuan endapan yang tersusun oleh butiran berukuran lanau dan lempung, mudah membelah (fissile). Selain mineral lempung juga mengandung kuarsa, felspar, kalsit, dolomit, dan mineral lain.

  • Arkos

    • Batupasir yang mineral utamanya tersusun oleh felspar dan kuarsa.

  • Grewak

    • Batupasir “kotor”, mengandung lempung dan keratan batuan. Tidak terpilah dengan baik (poorly sorted), butirannya menyudut.

Batuan Endapan Kimia

Batuan endapan kimia adalah batuan yang terjadi karena proses penguapan, konsentrasi dan pengendapan dari larutan yang mengandung zat-zat kimia hasil pelapukan, Contoh batuan endapan kimia adalah :

    • batugamping (CaCO3)

    • garam (NaCl)

    • gipsum atau batutahu (MgSO4)

  • Batugamping

    • Batuan endapan yang sebagian besar tersusun oleh kalsit baik dengan proses organik maupun inorganik.

  • Dolomit

    • Batuan endapan yang tersusun oleh mineral dolomit yaitu senyawa kalsium dan magnesium – CaMg(CO3)2

  • Rijang (chert)

    • Batuan endapan kimia yang padat yang sebagian besar atau seluruhnya tersusun oleh kuarsa mikrokristalin (berukuran mikron). Rijang dapat pula mengandung kalsedon atau opal. Rijang terdapat bersama batugamping dan sangat tahan terhadap pelapukan.

    • Flint: varitas (rijang) berwarna abu-abu gelap sampai hitam, yang mengandung zat organik.

Batuan Endapan Organik

Batuan endapan organik adalah batuan sedimen yang terbentuk karena kegiatan/proses biokimia dan biomekanik seperti karang (hasil pembuatan rumah) oleh binatang laut dan terjadinya penumpukan cangkang (koral, foraminifera), penumpukan tumbuh-tumbuhan dls.

Conto batuan endapan organik:



2.3 Klasifikasi Batuan Sedimen

Klasifikasi Batuan Endapan adalah pengklasifikasian batuan sedimen berdasarkan hal yang umum pada pengklasifikasian batuan sedimen, diantaranya adalah :

  • Tekstur batuan:

    • Ukuran butiran/fragmen

    • Bentuk butir/fragmen

  • Kekompakan

Yaitu menunjukkan sifat fisik dari batuan. Sifat-sifat fisik ini berupa :

    • Padat, apabila tidak terdapat rekahan-rekahan atau bubuk-bubuk pasir jika kita menggengamnya.

    • Lunak apabila dipegang tertinggal serbuk-serbuk ditangan.

    • Mudah Hancur apabila pada permukaan batuannya terdapat rekahan-rekahan hasil pengambilan dari batuan asalnya.

  • Susunan kimia/mineral:

    • Unsur

    • Garam (kimia) seperti karbonat, sulfat, dsb.

  • Ukuran butir:

Tabel 2.1

Skala Wentworth

Ukuran Butir

Istilah

> 265 mm

Boulder (bongkah)

64 mm - 265 mm

Cobble (berangkal)

4 mm - 64 mm

Pebble (kerakal)

2 mm - 4 mm

Granule (kerikil)

1 mm - 2 mm

Sand (pasir)

  • ½ mm - ¼ mm

  • Pasir kasar

  • ¼ mm - 1/8 mm

  • Pasir sedang

  • 1/8 mm - 1/16 mm

  • Pasir halus

1/16 mm - 1/265 mm

Silt (Lanau)

< 1/265 mm

Clay (Lempung)





    • Bentuk butir

    • Membulat

    • Menyudut

  • Besar butir (Grain Size)

Besar butir adalah ukuran (diameter dari fragmen) batuan. Skala pembatas yang dipakai adalah “Skala” Pemilahan (Sorting)

Adalah tingkat keseragaman ukuran butir.

  • Kebulatan (Roundness)

Adalah tingkat kelengkungan dari setiap butiran / fragmen batuan.

  • Kemas (Fabric)

Adalah sifat hubungan antar butir, kesatuannya di dalam satu massa dasar Semen dan Masa dasar

  • Semen adalah bahan yang mengikat butiran.

Masa dasar adalah masa dimana butiran / fragmen berada dalam satu kesatuan.

    • Pemilahan / keseragaman butir

    • Butiran sama

    • Butiran tidak sama

  • Porositas

Adalah perbandingan antara jumlah volume rongga dan volume keseluruhan dari satu batuan. Porositas juga berarti kemampuan batuan untuk menyarangkan air.


2.4 Lingkungan Pengendapan

` Lingkungan Pengendapan dari batuan sedimen terdiri dari 2, diantaranya di lingkungan daratan dan lingkungan lautan

  • Lingkungan daratan, dapat terjadi/terbentuk oleh:

    • Air

    • Angin

    • Lingkungannya: daratan contohnya sungai, danau, rawa

Lingkungan Pengendapan Laut

  • Berdasarkan lingkungan pengendapannya, laut dibagi menjadi beberapa zona yaitu:

    • Epineritik : dari garis pasang-surut sampai kedalaman 50 m

    • Neritik : dari kedalaman 50 – 200 m

    • Batial : kedalaman laut 200 – 2000 m

    • Abisal : kedalaman laut > 2000 m

  • Berdasarkan kedalaman air laut, pengendapan bahan yang terbawa dari daratan atau hasil pengikisan pantai akan mempunyai perbedaan besar butir.

Pengaruh Transgresi-Regresi

  • Proses transgresi-regresi bukan karena terjadinya pasang surut, melainkan karena adanya kegiatan tektonik.

  • Proses transgresi-regresi akan membentuk batuan berlapis berurutan (graded bedding) yang ditandai oleh urutan besar butir.

Transgresi adalah peristiwa naiknya permukaan air laut (atau daratan turun).dalam proses transgresi ini lapisan bagian atas berukuran kasar dan makin ke bawah makin halus sedangkan regresi itu adalah peristiwa turunnya permukaan air laut (atau daratan terangkat).


2.5 Komposisi Mineral Batuan Sedimen

Komposisi fraksi/mineral dari batuan sedimen adalah dapat diklasifikasikan berdasarkan :

  • Major adalah mineral yang paling banyak terdapat pada batuan sedimen dan mendominasi batuan sedimen, contohnya mineral lempung atau bahan berukuran lempung, kalsit/dolomit, kuarsa, felspar,

    • Minor adalah mineral yang sedikit keterdapatanya pada batuan sedimen atau endapan, contohnya mineral lempung atau bahan berukuran lempung, silika (opal, kalsedon, kuarsa), kalsit/dolomit, mineral besi (limonit, hematit), karbon, dan lain-lain (fosfat, gipsum, anhidrit).








2.6 Struktur Batuan Sedimen

  • Struktur Flute Cast Struktur ini lebih diakibatkan karena adanya pengaruh benturan atau pembebanan dari batuan atau saltation endapan misalnya kerakal, sehingga berbentuk seperti lubang, ini diakibatkan karena pengendapan yang belum sempurna tersebut terbebani mineral endapan diatasnya sehingga endapan menjadi berlubag dan tidak rata.

  • Perlapisan (Graded Bedding)

Merupakan susunan perlapisan dari butir yang kasar berangsur menjadi halus pada satu satuan perlapisan. Struktur ini dapat dipakai sebagai petunjuk, dimana umumnya butiran yang kasar terletak pada bagian bawah (bottom) dari lapisan sedangkan butiran yang halus pada bagian atas (top).

    • Miring (dipping beds): struktur sekunder (proses tektonika)

  • Struktur rain marks struktur sedimen ini diakibatkan oleh air hujan yang membuat permukaan sedimen yang belum benar-benar sempurna akhirnya tidak rata dan membentuk lubang akibat air hujan.

  • Struktur laminasi, struktur ini hampir sama dengan perlapisan namun yang membedakannya adalah jarak perlapisan yang kurang dari 1 cm. Biasanya struktur ini diakibatkan oleh proses diagenesis sediment yang cepat dengan media pengendapan yang tenang.

  • Perlapisan berselang (Cross Bedding)

Merupakan bentuk lapisan yang terpotong pada bagian atasnya oleh lapisan berikutnya yang berlainan sudutnya. Lapisan ini terutama terdapat pada batupasir.

  • Struktur Riple marks Struktur ini lebih diakibatkan gelombang yang mempengaruhi endapan tersebut sehingga bentukan sedimen ini berbentuk seperti gelombang air. Dan relatif pengendapan yang dilakukan akan bergantung pada energi gelombang tersebut





BAB III

TUGAS DAN PEMBAHASAN



3.1 Tugas

Mendeskripsikan 15 batuan sedimen yang bersumber dari berdasarkan no batuan, warna batuan, ukuran butir, bentuk butir, porositas, pemilahan, kekompakan, kemas, semen, matrix, sifat butit, kekerasan mineral, reaksi HCL, struktur batuan, jenis batuan, ganesa batuan, nama batuan, foto serta sketsa dari batuan sedimen.


3.2 Pembahasan



No. Batuan : LG/BS/XX/2010

Warna Batuan : Abu – abu

Ukuran Butir : Pasir Kasar

Bentuk Butir : Membulat

Porositas : Baik

Pemilahan : Baik

Kekompakan : Padat

Kemas : Tertutup

Semen : Silika

Sifar Butir : Kristalin

Reaksi HCL : Tidak Bereaksi

Struktur Batuan : Graded Bedding

Jenis Batuan ` : Klastik

Ganesa Batuan : Mekanis

Nama Batuan : Batu Pasir





No. Batuan : LG/BS/XX/2010

Warna Batuan : Merah Abu – abu

Ukuran Butir : Kerakal

Bentuk Butir : Menyudut

Porositas : Baik

Pemilahan : Buruk

Kekompakan : Padat

Kemas : Terbuka

Semen : Karbonat

Sifar Butir : Non Kristalin

Reaksi HCL : Bereaksi

Struktur Batuan : -

Jenis Batuan ` : Klastik

Ganesa Batuan : Mekanis

Nama Batuan : Breksi













No. Batuan : LG/BS/XX/2010

Warna Batuan : Abu – abu Kehitaman

Ukuran Butir : Lempung

Bentuk Butir : Membulat

Porositas : Baik

Pemilahan : Baik

Kekompakan : Padat

Kemas : Tertutup

Semen : Oksida Besi

Sifar Butir : Non Kristalin

Reaksi HCL : Tidak Bereaksi

Struktur Batuan : Perla pisan

Jenis Batuan ` : Klastik

Ganesa Batuan : Mekanis

Nama Batuan : Lempung

































No. Batuan : LG/BS/XX/2010

Warna Batuan : Putih

Ukuran Butir : Lanau

Bentuk Butir : Membulat

Porositas : Baik

Pemilahan : Baik

Kekompakan : Padat

Kemas : Tertutup

Semen : Karbonat

Sifar Butir : NonKristalin

Reaksi HCL : Bereaksi

Struktur Batuan : Perlapisan

Jenis Batuan ` : Non Klastik

Ganesa Batuan : Mekanis

Nama Batuan : Gamping

































No. Batuan : LG/BS/XX/2010

Warna Batuan : Abu – abu

Ukuran Butir : Kerakal

Bentuk Butir : Membulat

Porositas : Buruk

Pemilahan : Buruk

Kekompakan : Padat

Kemas : Terbuka

Semen : Oksida Besi

Sifar Butir : Non Kristalin

Reaksi HCL : Tidak Bereaksi

Struktur Batuan : -

Jenis Batuan ` : Klast ik

Ganesa Batuan : Kimiawi

Nama Batuan : Konglomerat

































No. Batuan : LG/BS/XX/2010

Warna Batuan : Abu – abu Kecokelatan

Ukuran Butir : Pasir Halus

Bentuk Butir : Membulat

Porositas : Baik

Pemilahan : Baik

Kekompakan : Padat

Kemas : Tertutup

Semen : Lempung

Sifar Butir : Non Kristalin

Reaksi HCL : Tidak Bereaksi

Struktur Batuan : Perlapisan

Jenis Batuan ` : Klastik

Ganesa Batuan : Mekanis

Nama Batuan : Batu Pasir

































No. Batuan : LG/BS/XX/2010

Warna Batuan : Abu – abu

Ukuran Butir : Berangkal

Bentuk Butir : Membulat

Porositas : Buruk

Pemilahan : Buruk

Kekompakan : Padat

Kemas : Terbuka

Semen : Oksida Besi

Sifar Butir : Non Kristalin

Reaksi HCL : Tidak Ber eaksi

Struktur Batuan : -

Jenis Batuan ` : Klastik

Ganesa Batuan : Kimiawi

Nama Batuan : Konglomerat

































No. Batuan : LG/BS/XX/2010

Warna Batuan : Putih

Ukuran Butir : Pasir Halus

Bentuk Butir : Menyudut

Porositas : Baik

Pemilahan : Buruk

Kekompakan : Padat

Kemas : Tertutup

Semen : Karbonat

Sifar Butir : Non Kristalin

Reaksi HCL : Bereaksi

Struktur Batuan : -

Jenis Batuan ` : Non Klastik

Ganesa Batuan : Mekanis

Nama Batuan : Gamping













No. Batuan : LG/BS/XX/2010

Warna Batuan : Abu – abu

Ukuran Butir : Lempung

Bentuk Butir : Membulat

Porositas : Baik

Pemilahan : Baik

Kekompakan : Padat

Kemas : Tertutup

Semen : Lempung

Sifar Butir : Non Kristalin

Reaksi HCL : Tidak Bereaksi

Struktur Batuan : -

Jenis Batuan ` : Klastik

Ganesa Batuan : Mekanis

Nama Batuan : Batu Lempung

































No. Batuan : LG/BS/XX/2010

Warna Batuan : Abu – abu Kecoklatan

Ukuran Butir : Lempung

Bentuk Butir : Membulat

Porositas : Baik

Pemilahan : Baik

Kekompakan : Padat

Kemas : Tertutup

Semen : Lempung

Sifar Butir : Non Kristalin

Reaksi HCL : Tidak Bereaksi

Struktur Batuan : -

Jenis Batuan ` : Klastik

Ganesa Batuan : Mekanis

Nama Batuan : Batu Lempung













No. Batuan : LG/BS/XX/2010

Warna Batuan : Abu – abu keoklatan

Ukuran Butir : Pasir Sangat Halus

Bentuk Butir : Menyudut

Porositas : Baik

Pemilahan : Baik

Kekompakan : Padat

Kemas : Tertutup

Semen : Silika

Sifar Butir : Kristalin

Reaksi HCL : Tidak Bereaksi

Struktur Batuan : Perlapisan

Jenis Batuan ` : Non Klastik

Ganesa Batuan : Mekanis

Nama Batuan : -

































No. Batuan : LG/BS/XX/2010

Warna Batuan : Abu – abu Kehitaman

Ukuran Butir : Pasir Kasar

Bentuk Butir : Membulat

Porositas : Buruk

Pemilahan : Baik

Kekompakan : Padat

Kemas : Tertutup

Semen : Oksida Besi

Sifar Butir : Kristalin

Reaksi HCL : Tidak Bereaksi

Struktur Batuan : Perlapisan

Jenis Batuan ` : Non Klastik

Ganesa Batuan : Kimiawi

Nama Batuan : Batu Bara


































No. Batuan : LG/BS/XX/2010

Warna Batuan : Abu – abu kecoklatan

Ukuran Butir : Pasir Kasar

Bentuk Butir : Membulat

Porositas : Buruk

Pemilahan : Baik

Kekompakan : Lunak

Kemas : Tertutup

Semen : Silika

Sifar Butir : Kristalin

Reaksi HCL : Tidak Bereaksi

Struktur Batuan : -

Jenis Batuan ` : Klastik

Ganesa Batuan : Mekanis

Nama Batuan : Batu Pasir













No. Batuan : LG/BS/XX/2010

Warna Batuan : Abu – abu

Ukuran Butir : Lempung

Bentuk Butir : Membulat

Porositas : Baik

Pemilahan : Baik

Kekompakan : Padat

Kemas : Tertutup

Semen : Lempung

Sifar Butir : Non Kristalin

Reaksi HCL : Tidak Bereaksi

Struktur Batuan : -

Jenis Batuan ` : Klastik

Ganesa Batuan : Mekanis

Nama Batuan : Batu lempung
















No. Batuan : LG/BS/XX/2010

Warna Batuan : Cokelat Muda

Ukuran Butir : Pasir Kasar

Bentuk Butir : Membulat

Porositas : Buruk

Pemilahan : Baik

Kekompakan : Padat

Kemas : Tertutup

Semen : Silikat

Sifar Butir : Kristalin

Reaksi HCL : Tidak Bereaksi

Struktur Batuan : -

Jenis Batuan ` : Non Klastik

Ganesa Batuan : Mekanis

Nama Batuan : Batu pasir
















BAB IV

ANALISA



Batuan sedimen merupakan batuan hasil pelapukan dari batuan sebelumnya yang terlitifikasi dan terdiaganesa, pada batuan sedimen, komposisi mineral mempengaruhi bentuk dari batuan sedimen tersebut, contohnya pada batu pasir kuarsa yang kuarsanya terlihat jelas dan membedakan dengan batu pasir kedua batuan sedimen ini sangat mudah dibedakan, dimana batu pasir kuarsa ini terlihat jelas dan dapat dibedakan karena mineral kuarsanya menonojol.

Pada batuan sedimen juga juia hasil pelapukan tertransportasi jauh dari sumber atau batuan induknya maka bentuk butiran dari batuan sedimen tersebut akan semakin membulat, demikian sebaliknya juka hasil pelapukan tertransportasi dekat dengan batuan induknya maka bentuk butiran akan semakin menyudut.














BAB V

KESIMPULAN



Dari hasil pengematan praktikum pembahasan batuan sedimen, dapat kita ketahui bahwa batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk dari hasil pelapukan batuan sebelumnya, batuan sedimen digolongkan menjadi 3 batuan pada umumnya yaitu sedimen klastik, non klastik dan sedimen organik, sedimen di deskripsikan berdasarkan beberapa hal, baik dari segi tekstur, kekompakan, susunan mineral, ukuran butir ( skala went ) bentuk butirnya, kemas, dan porositas serta permeabelitas atau kemampuan batuan dalam menyerap air.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar